Monday, March 16, 2015

Phobia Bank Syariah



Phobia masyarakat terhadap perbankan Syariah

Nada sinisme terhadap perbankan syariah dan lembaga keuangan syariah lainnya masih sering terdengar di sebagian besar umat Islam, misalnya perbedaan bank syariah dengan bank konvensional hanya kosa kata belaka yaitu “bunga “ diganti dengan “bagi hasil”.  Umumnya orang hanya tahu bahwa bank syariah adalah bank tanpa bunga dan tidak tahu sama sekali mengenai mekanisme “bagi hasil” sehingga sering bertanya-tanya kalau menabung di bank syariah dan tidak mendapatkan bunga lalu saya mendapat apa?. Disisi lain  menurut persepsi mereka yang namanya bagi hasil pasti nilainya lebih kecil dari bunga bank.
                Sementara  bank syariah dengan sistem bagi hasil tidak memberikan kepastian pendapatan sebagaimana bunga bank konvensional memberikan kepastian pendapatan. Sedang menurut sebagian pedagang yang membutuhkan pinjaman, menyatakan kredit di bank syariah prosesnya rumit dan berbelit-belit. Bank syariah juga masih dipandang sebagai lembaga sosial seperti menyalurkan zakat dan memberikan uang tanpa perlu mengembalikan.
                Kesalah pahaman terhadap perbankan syariah dan lembaga Keuangan syariah lainnya menunjukkan belum meratanya sosialisasi informasi perbankan syariah dan lembaga Keuangan Syariah lainnya. Banyak masyarakat yang belum memahami secara benar apa itu lembaga Keuangan syariah, system yang dipakai, jenis produknya, serta apa keunggulan lembaga keuangan syariah bila dibandingkan dengan lembaga keuangan konvensional.
                Banyak faktor penyebab Lembaga Keuangan Syariah kurang mendapatkan tempat di hati masyarakat bila dibandingkan dengan lembaga keuangan konvensional.
 Hal ini menjadi tantangan Perbankan syariah dan Lembaga Keuangan syariah lainnya, namun juga ujian bagi umat Islam secara keseluruhan mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) , ormas-ormas Islam, Parpol Islam, para akademisi, cendekiawan muslim serta seluruh komponen umat Islam yang mempunyai komitmen terhadap perkembangan ekonomi syariah untuk mensosialisasikan secara  merata agar masyarakat sadar dan memahami secara benar terhadap Perbankan Syariah dan  Lembaga Keuangan Syariah lainnya. Ini merupakan kerja besar yang memerlukan waktu, kebersamaan dan sinergi , usaha serius serta dana yang tidak sedikit.
Ada beberapa faktor penyebab mengapa bank syariah lambat bermetamorfosis di kepompongnya, sehingga perkembangannya cendrung stagnan. Diantaranya adalah;
1.       Faktor sosialisasi. bank syariah kurang mendapat tempat di hati masyrakat karena kurangnya informasi tentang apa itu bank syariah? apa keuntungannya menabung di bank Syariah? Bahkan sebagian besar masyarakat berpandangan bahwa perbedaan bank syariah dengan bank konvensional hanya kosa kata belaka yaitu “bunga “ diganti dengan “bagi hasil”.  
2.      Faktor Sumber daya Manusia. Banyak para karyawan bank syariah yang tidak mengerti cara transaksi yang sesuai dengan syariah. Hal ini dikarenakan kebanyakan dari bank syariah masih mengambil pegawai dari bank konvesional yang ditraining dalam periode 3 bulan. Sehingga mereka belajar tentang ekonomi syariah dan segala hal terkait dengan durasi yang sangat singkat, sehingga outputnya, banyak karyawan yang tidak bisa menjawab pertanyaan pertanyaan nasabah secara mendetail. Hal ini juga berakibat pada citra bank syariah itu sendiri dan juga seluruh bank syariah secara umum.
3.       Administrasi bank syariah lebih ribet. Banyak masyarakat yang mengeluh tentang sulitnya meminta pembiayaan pada bank syariah. Bahkan cendrung protektif terhadap UMKM. Sehingga penggeliat ekonomi kecil juga terpaksa meminjam uang pada bank, dan atau pada rentenir sebagai solusi terakhirnya.
4.      BI sebagai bank central di indonesia masih konvensional, hal ini juga memperlambat pertumbuhan perbankan syariah di indonesia, karena tanpa pergerakannya dari bawah ke atas. Bandingkan dengan malaysia yang pertumbuhan perbankannya sangat cepat, karena ada dukungan penuh dari pemerintahannya.

Butuh usaha ekstra dari segala pihak untuk mengembangkan perbankan syariah di indonesia, bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tapi seluruh elemen masyarakat dan aktifis juga harus aktif dalam mensosialisasikan dan mengembangkan perbankan syariah. Sehingga perbankan syariah bisa menjadi alat untuk pertumbuhan ekonomi di indonesia. Wallahu a`lam.

No comments:

TERSENYUMLAH maka Seluruh Dunia Akan TERSENYUM kepadamu. jangan MENANGIS, karena Kamu hanya akan MENANGIS sendirian