Saturday, March 16, 2013

Hidup perlu Qanaah


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " لَوْ أَنَّ لِابْنِ آدَمَ وَادِيَيْنِ مِنْ مَالٍ لَابْتَغَى وَادِيًا ثَالِثًا وَلَا يَمْلَأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ

Prolog
Sebagai insan yang hidup di dunia, maka kita tidak akan bisa lepas dengan urusan dunia, dalam kehidupan sehari-hari kita pasti membutuhkan harta sebagai sarana penyambung hidup. Namun jangan sampai kita terpana dengan gemerlap dunia dan melupakan akhirat. Karena kalau kita sampai tertipu dengan nikmat dunia maka dikhawatirkan kita akan terkena virus tama`. Hadis di atas menggambarkan sifat seseorang yang di hatinya telah terjangkit tama` di hatinya. secara implisit hadis di atas menggambarkan bahwa manusia tidak akan pernah puas dengan apa yang ada di kekuasaannya sampai mulutnya dipenuhi dengan debu (mati). Dia akan terus menambah tanpa henti terhadap apa yang dia inginkan. Ini memang adalah fitrah manusia yang telah dihiaskan oleh Allah pada setiap diri manusia untuk menyukai harta dan anak, sebagaimana yang tertera dalam surat Ali Imran (3/14). Karena itulah qana’ah sangat diperlukan untuk mengatasi sifat dasar manusia yang tidak pernah cukup atas apa yang sudah dimiliki. disinilah peran sifat qanaah sebagai rem dalam laju kehidupan.


Arti Qanaah
Qanaah adalah merasa cukup, ridha atau puas dengan apa yang ada sebagaimana yang di kurniakan oleh Allah. Disamping itu juga disertai ketenangan hati ketika tidak memperoleh sesuatu yang diinginkan. Orang yang mempunyai sifat qanaah telah memagar hatinya sekadar apa yang ada dalam gengamannya dan fikirannya tidak menjalar kepada yang lain. Sedangkan sifat qanaah ini adalah awal proses untuk menempuh hidup zuhud. Adapun lawan kata dari Qanaah adalah tamak, yang berarti ingin selalu menimbun harta atau jika dia berpangkat, maka dia selalu ingin naik pangkat. Tidak diragukan lagi bahwa tamak adalah unsur pokok segala kesalahan. Ini dikarenakan terlalu cinta pada dunia dan selalu ingin hidup dalam kemewahan, adalah salah satu penyebab yang bisa mengakibatkan hidup menjadi tidak tentram. Orang-orang yang cinta dunia akan selalu terdorong untuk memburu segala keinginannya meski harus menggunakan cara yang licik, curang dan sebagainya. Semua itu karena orang yang cinta dunia  tidak pernah menyadari, sesungguhnya harta hanyalah sarana bahkan ujian.  Hingga  ia  tidak pernah merasa cukup dengan apa yang sudah dimilikinya dan masih selalu ingin menambahnya lagi.

Keutamaan Qanaah
Sahabat Umar pernah berkata “orang yang enggan pada milik orang lain maka akan diberi kecukupan oleh Allah”. Abu masud pernah berujar bahwa “sesuatu yang sedikit tapi mencukupi, lebih baik dari pada banyak tapi membuat kamu tertipu”. Bahkan Hamba yang paling dicintai oleh Allah adalah orang fakir yang menerima rizki apa adanya karena rela akan takdir Allah swt. Bahkan Imam Baihaqi pernah meriwayatkan hadis yang berbunyi “qaana`ah adalah harta yang tidak akan pernah habis”.
Disamping riwayat-riwayat tersebut banyak faedah yang terkandung dalam qanaah:
1.       Hati dipenuhi dengan keimanan pada Allah. Karena hati orang yang qanaah telah rela terhadap rezeki yang telah dipastikan oleh Allah.
2.      Kehidupan yang tentram. Allah berfirman { مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ } [النحل: 97]
Sayyidina Ali ra, Ibnu Abbas dan al-Hasan menafsiri
حَيَاةً طَيِّبَةً dengan sifat Qanaah. Senada dengan penafsiran tersebut adalah ungkapan Ibnul Jauzi yang menyatakan “orang yang qanaah maka kehidupannya akan tenang, sedangkan orang yang tamak hidupnya selalu susah”.
3.       Tergolong orang mensyukuri nikmat. nabi bersabda كن قنعًا تكن أشكر الناس “Jadilah orang yang qanaah, maka kamu tergolong orang yang paling bersyukur”.
4.      Terjaga dari dosa yang bisa mengeraskan pada hati dan menghilangkan kebaikan. seperti dengki, gosip dan adu domba. Ini dikarenakan pendorong bagi seseorang untuk melakukan dosa-dosa tersebut adalah karena ingin mendapatkan penghasilan yang lebih dengan cara yang instan. Sehingga ketika seseorang tersebut qanaah, maka dia tidak perlu melakukan sifat-sifat tercela tersebut.

Perbedaan Qanaah dan malas
Qana’ah bukanlah berarti  hilang semangat untuk berkerja lebih keras tetapi tetap berusaha gigih demi menambah rezeki. Bahkan dengan qanaah kita akan senantiasa bersyukur dengan rezeki yang dikaruniakan oleh Allah. Karena sikap qana’ah tidak berarti fatalis menerima nasib begitu saja tanpa ikhtiar.
Ada lima poin yang terkandung Dalam Qanaah:
  1. Menerima dengan rela akan apa yang ada.
  2. Memohonkan kepada Tuhan tambahan yang pantas, dan berusaha.
  3. Menerima dengan sabar akan ketentuan Tuhan.
  4. Bertawakal kepada Tuhan.
  5. Tidak tertarik oleh tipu daya dunia.
Orang-orang qana’ah bisa saja memiliki harta yang sangat banyak, namun semua itu bukan untuk menumpuk kekayaan. Hal ini kerap menimbulkan salah sangka dalam kalangan mereka yang tidak faham tentang agama. Mereka beranggapan bahwa Agama menganjurkan manusia untuk malas. sebab dia senantiasa mengajak umatnya membenci dunia, puas dengan apa yang ada, menerima takdir dengan lapang dada. Tuduhan demikian timbul lantaran mereka salah prasangka. Mereka beranggapan qanaah ialah menerima apa yang ada, tanpa ada ikhtiar lagi. Di sinilah letak perbedaan antara qanaah dan malas. Sifat qana’ah ini harus dimiliki oleh orang yang kaya maupun orang yang miskin. Siapapun yang ingin meraih ketenangan jiwa, kedamaian hati, maka qana’ah adalah jalannya.
Referensi utama
 الكتاب : القناعة ، مفهومها .. منافعها .. الطريق إليها
المؤلف : إبراهيم بن محمد الحقيل
الطبعة : الأولى
الناشر : وزارة الشؤون الإسلامية والأوقاف والدعوة والإرشاد - المملكة العربية السعودية
تاريخ النشر : 1422هـ
عدد الصفحات : 32

No comments:

TERSENYUMLAH maka Seluruh Dunia Akan TERSENYUM kepadamu. jangan MENANGIS, karena Kamu hanya akan MENANGIS sendirian