قَالَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " لَوْ أَنَّ لِابْنِ آدَمَ
وَادِيَيْنِ مِنْ مَالٍ لَابْتَغَى وَادِيًا ثَالِثًا وَلَا يَمْلَأُ جَوْفَ ابْنِ
آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ
Prolog
Sebagai insan yang
hidup di dunia, maka kita tidak akan bisa lepas dengan urusan dunia, dalam
kehidupan sehari-hari kita pasti membutuhkan harta sebagai sarana penyambung
hidup. Namun jangan sampai kita terpana dengan gemerlap dunia dan melupakan
akhirat. Karena kalau kita sampai tertipu dengan nikmat dunia maka
dikhawatirkan kita akan terkena virus tama`. Hadis di atas menggambarkan
sifat seseorang yang di hatinya telah terjangkit tama` di hatinya.
secara implisit hadis di atas menggambarkan bahwa manusia tidak akan pernah
puas dengan apa yang ada di kekuasaannya sampai mulutnya dipenuhi dengan debu
(mati). Dia akan terus menambah tanpa henti terhadap apa yang dia inginkan. Ini
memang adalah fitrah manusia yang telah dihiaskan oleh Allah pada setiap diri
manusia untuk menyukai harta dan anak, sebagaimana yang tertera dalam surat Ali
Imran (3/14). Karena itulah qana’ah sangat diperlukan untuk mengatasi sifat
dasar manusia yang tidak pernah cukup atas apa yang sudah dimiliki. disinilah peran
sifat qanaah sebagai rem dalam laju kehidupan.
Arti Qanaah
Qanaah adalah merasa
cukup, ridha atau puas dengan
apa yang ada sebagaimana yang di kurniakan oleh Allah. Disamping itu juga
disertai ketenangan hati ketika tidak memperoleh sesuatu yang diinginkan. Orang yang
mempunyai sifat qanaah telah memagar hatinya sekadar apa yang ada dalam gengamannya
dan fikirannya tidak menjalar kepada yang lain. Sedangkan sifat qanaah ini
adalah awal proses untuk menempuh hidup zuhud. Adapun lawan kata dari
Qanaah adalah tamak, yang berarti ingin selalu menimbun harta atau jika
dia berpangkat, maka dia selalu ingin naik pangkat. Tidak diragukan lagi bahwa
tamak adalah unsur pokok segala kesalahan. Ini dikarenakan terlalu cinta pada
dunia dan selalu ingin hidup dalam kemewahan, adalah salah satu penyebab
yang bisa mengakibatkan hidup menjadi tidak tentram. Orang-orang yang cinta
dunia akan selalu terdorong untuk memburu segala keinginannya meski harus
menggunakan cara yang licik, curang dan sebagainya. Semua itu karena orang yang
cinta dunia tidak pernah menyadari, sesungguhnya harta hanyalah sarana
bahkan ujian. Hingga ia tidak pernah merasa cukup dengan apa
yang sudah dimilikinya dan masih selalu ingin menambahnya lagi.
Keutamaan Qanaah
Sahabat Umar pernah berkata “orang yang enggan pada milik orang lain maka
akan diberi kecukupan oleh Allah”. Abu masud pernah berujar bahwa “sesuatu yang
sedikit tapi mencukupi, lebih baik dari pada banyak tapi membuat kamu tertipu”.
Bahkan Hamba yang paling dicintai oleh Allah adalah orang fakir yang menerima
rizki apa adanya karena rela akan takdir Allah swt. Bahkan Imam Baihaqi pernah
meriwayatkan hadis yang berbunyi “qaana`ah adalah harta yang tidak akan pernah
habis”.
Disamping riwayat-riwayat tersebut banyak faedah yang terkandung dalam
qanaah:
1.
Hati dipenuhi dengan keimanan pada
Allah. Karena hati orang yang qanaah telah rela terhadap rezeki yang telah
dipastikan oleh Allah.
2.
Kehidupan yang tentram. Allah
berfirman { مَنْ
عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ
حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا
يَعْمَلُونَ } [النحل: 97]
Sayyidina Ali ra, Ibnu Abbas dan al-Hasan menafsiri حَيَاةً طَيِّبَةً dengan sifat Qanaah. Senada dengan penafsiran tersebut adalah ungkapan Ibnul Jauzi yang menyatakan “orang yang qanaah maka kehidupannya akan tenang, sedangkan orang yang tamak hidupnya selalu susah”.
Sayyidina Ali ra, Ibnu Abbas dan al-Hasan menafsiri حَيَاةً طَيِّبَةً dengan sifat Qanaah. Senada dengan penafsiran tersebut adalah ungkapan Ibnul Jauzi yang menyatakan “orang yang qanaah maka kehidupannya akan tenang, sedangkan orang yang tamak hidupnya selalu susah”.
3.
Tergolong orang mensyukuri nikmat.
nabi bersabda كن قنعًا تكن أشكر
الناس “Jadilah orang yang qanaah, maka
kamu tergolong orang yang paling bersyukur”.
4.
Terjaga dari
dosa yang bisa mengeraskan pada hati dan menghilangkan kebaikan. seperti dengki,
gosip dan adu domba. Ini dikarenakan pendorong bagi seseorang untuk melakukan
dosa-dosa tersebut adalah karena ingin mendapatkan penghasilan yang lebih
dengan cara yang instan. Sehingga ketika seseorang tersebut qanaah, maka dia
tidak perlu melakukan sifat-sifat tercela tersebut.
Perbedaan
Qanaah dan malas
Qana’ah
bukanlah berarti hilang semangat untuk berkerja lebih keras tetapi tetap berusaha gigih demi menambah
rezeki. Bahkan dengan qanaah kita akan senantiasa bersyukur dengan rezeki yang
dikaruniakan oleh Allah. Karena sikap qana’ah tidak berarti fatalis menerima
nasib begitu saja tanpa ikhtiar.
Ada lima poin
yang terkandung Dalam Qanaah:
- Menerima dengan rela akan apa yang ada.
- Memohonkan kepada Tuhan tambahan yang pantas, dan berusaha.
- Menerima dengan sabar akan ketentuan Tuhan.
- Bertawakal kepada Tuhan.
- Tidak tertarik oleh tipu daya dunia.
Orang-orang
qana’ah bisa saja memiliki harta yang sangat banyak, namun semua itu bukan
untuk menumpuk kekayaan. Hal ini kerap menimbulkan salah sangka dalam kalangan
mereka yang tidak faham tentang agama. Mereka beranggapan bahwa Agama menganjurkan
manusia untuk malas. sebab dia senantiasa mengajak umatnya membenci dunia, puas
dengan apa yang ada, menerima takdir dengan lapang dada. Tuduhan demikian timbul
lantaran mereka salah prasangka. Mereka beranggapan qanaah ialah menerima apa
yang ada, tanpa ada ikhtiar lagi. Di sinilah letak perbedaan antara qanaah dan
malas. Sifat qana’ah ini harus dimiliki oleh orang yang kaya maupun orang yang
miskin. Siapapun yang ingin meraih ketenangan jiwa, kedamaian hati, maka
qana’ah adalah jalannya.
Referensi utama
الكتاب : القناعة ، مفهومها .. منافعها .. الطريق إليها
المؤلف : إبراهيم بن محمد الحقيل
الطبعة : الأولى
الناشر : وزارة الشؤون الإسلامية والأوقاف والدعوة والإرشاد
- المملكة العربية السعودية
تاريخ النشر : 1422هـ
عدد الصفحات : 32
No comments:
Post a Comment