Wednesday, March 27, 2013

Hasan Al-Basri



Hasan Al-Basri
Sufi Intelektual yang penyabar
Siapa Hasan?
Nama lengkapnya adalah Abu Said al-Hasan Ibnu Abi al-Hasan Yassar al-Bisri. Beliau dilahirkan pada tahun 21 h (642 M) di madinah, yang merupakan tahun terakhir dari kekhalifaan  umar bin khattab . Ayahnya bernama Yassar, maula Zaid bin Tsabit, salah seorang juru tulis wahyu. Ibunda beliau adalah Khoiroh, budak dari Ummu Salamah yang merupakan istri Nabi Muhammad. Banyak yang berpendapat bahwa  Hasan al-Basri menjadi ulama yang sangat populer dan dihormati, karena Barakah susuan Ummu Salamah yang diberikan ketika Hasan al-Basri masih kecil.

Alim yang Amil
Beliau memperdalam ilmu kepada ulama-ulama terkemuka di zamannya. Pada usia 12 tahun Beliau sudah hafal al-Qur’an.
dalam prosesnya itu beliau berjumpa dengan 70 sahabat perang badar dan 300 sahabat rasulullah lainnya. Hasan al-Basri memiliki sifat-sifat terpuji dan ilmu pengetahuan yang luas. Suatu ketika Ali bin Abi Thalib menemui beliau yang sedang berbicara di depan kelompok pengajiannya. Ali bertanya: “hai Hasan, aku mau bertanya kepadamu tentang dua hal. Apabila engkau dapat menjawab kedua hal itu, engkau dapat meneruskan pelajaran dalam kelompokmu. kalau tidak, engkau akan aku keluarkan dari masjid ini sebagaimana aku bertindak kepada yang lain”. Hasan menjawab “berkatalah wahai amirul mukminin”. Ali berkata “ceritakan apa yang baik untuk agama dan yang bisa merusaknya”. Hasan menjawab “kebaikan agama adalah wara` dan yang merusaknya adalah tamak”. Anas bin Malik, Abu Qatadah dan ulama yang seperiode mengakui akan keluasan ilmunya. Disamping punya ilmu yang luas, beliau adalah sufi yang penyabar  dan penuh dengan kebijaksanaan. Dikisahkan, Hasan Basri mempunyai seorang tetangga yang beragama nasrani. Di atas rumah Hasan Basri, oleh tetangga tersebut didirikan kamar kecil, karena rumah Hasan Basri dengannya jadi satu atap. Setiap membuang air kecil maka akan selalu menetes ke kamar beliau. Lalu Hasan Basri menyuruh kepada istrinya untuk meletakkan wadah untuk menampung air kencing tersebut. Ketika Hasan Basri sakit, tetangganya mengunjungi beliau, ternyata   ada wadah yang digunakan untuk  menampung kencing. setelah diperiksa,  ternyata runtuhan air kencing itu berasal dari kamar kecil yang berada di atas rumahnya. Setelah ditanya, Sejak kapan engkau bersabar dengan tetesan air kencing ini? Beliau tidak menjawab. Hasan katakanlah dengan jujur!  sejak kapan engkau bersabar  dengan air kencing ini? Akhirnya beliau menjawab “selama 20 tahun”. Mengapa engkau diam saja dan tidak mempermasalahkan hal ini? Tanya tetangga tadi. Beliau menjawab ”aku tidak ingin mengecewakan tetanggaku, karena Nabi SAW  bersabda “siapa yang iman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tetangganya”. Sejak itulah sang nasrani masuk  islam bersama keluarganya.
pada tahun 110 H (729 M), tepatnya pada malam jum’at di awal bulan Rajab beliau kembali ke rahmatullah pada usianya yang ke 80 tahun. Beliau dikebumikan di Basrah.

No comments:

TERSENYUMLAH maka Seluruh Dunia Akan TERSENYUM kepadamu. jangan MENANGIS, karena Kamu hanya akan MENANGIS sendirian